Kamis, 13 Oktober 2011

Sampai Nangis

Bertempat di cafe pak dhe kliwon, tempat dimana kita ngumpul, sharing , nongkrong dan lain sebagainya. Hari mulai gelap, setelah mengikuti mata kuliah TBO, kita berempat  melangkahkan kaki pergi kesana untuk ngaso sebentar, dengan memesan beberapa minuman yang dipesan. Kita duduk dengan santai sambil menunggu minuman, susu, joshua, susu coklat, pop ice coklat dan sepiring mie goreng datang kearah kita dimana kita asik membicarakan tugas TBO yang tidak jelas kemana arahnya, karena tidak satupun nomer yang terjawab dengan benar selain tanda panah bak arus listrik bolak – balik.
Sruupppppttt ”Hahahaha, garek setengah kon ngombeku”, lantangku. “Sama bang aku juga”, salip jambronk. Sejak dari dulu semua minuman yang ku minum bakalan cepat terkuras seperti gelasnya bocor dari bawah, padahal tidak :P. Kembali ke topik semula, bermula dari membahas TBO, kita mulai bercanda dari membahas 3 idiot, jangan salah pilih, parody syahrini (hehehe) disinilah kita mulai tertawa tapi belum sampai mencapai klimaks.
Hi***n (map disensor, takut ada yang marah) sosok seseorang yang membuat kami menangis sampai tak kuasa menahan sakit perut yang kami derita (akibat ngakak). Tapi ada yang aneh diantara kita berempat, tante (sebutan akrab kami) tidak tertawa sama sekali, dimana kita bertiga yang ngakak melihat tante dengan ekspresinya yang lugu sambil makan mie gorengnya sambil ngomong,”sapa sih ?” Sampai disini kita bertiga malah tertawa sampai air mata keluar dengan jawaban tante seperti itu. Sudah beberapa kali kita menjelaskan siapa orang yang kita bicarakan tadi, tapi tante tetap saja tidak mengerti,  kita mulai menyerah menjelaskan ke tante, tapi kita masih tetap saja ngakak karena tak kuasa untuk menahannya.
Apa yang terjadi jika tante tahu bagaimana seseorang yang kita bicarakan tadi ? saya masih bertanya diri sendiri (ngakak tentunya).

0 comments:

Posting Komentar